"Sindiran Pemuda Langit" Dari Rohingya, Untuk Kita Yang Belum Membahagiakan Sang Ibunda

Ini foto yang ke sekian yang menunjukkan kemuliaan para pemuda Rohingya. Foto yang tergolong "langka" dlm dunia yg semakin ...



Ini foto yang ke sekian yang menunjukkan kemuliaan para pemuda Rohingya. Foto yang tergolong "langka" dlm dunia yg semakin materialis dan individualis.

Tidaklah kemuliaan pemuda ini melainkan karena ia paham agamanya, dan terjaga fitrahnya dari dunia yang menipu pandangan mata dan tujuan hidup.

Melihat foto ini, seolah ia sedang "menyindir" kita dengan kalimat:

"Hey kalian, Aku sedang menderita. Aku harus lari dari tanah airku. Aku tidak punya Smartphone seperti kalian yang melihat fotoku ini. Aku miskin. Tapi Aku tetap mengabdi pada Ibuku. Lalu apa alasan kalian tidak mengabdi pada Ibumu, sementara kalian punya segalanya?".

Itulah makna yang terbaca tersirat oleh mata ini saat pagi ini memandang foto ini. Sepertinya, dibalik kezaliman yang menimpa mereka dari Budhis dan Militer Myanmar dukungan Komunis China, Allah ingin memperlihatkan kepada kita perihal kemuliaan mereka, para pemuda Rohingya itu.

Jika kita membandingkan pemuda Rohingya ini dengan kisah Uwais Al Qarni di zaman Rasulullah Saw yang terkenal di kalangan penduduk langit, kita tentu tidak perlu ragu bahwa para pemuda Rohingya itu adalah "jelmaan" Uwais Al Qarni akhir zaman.

Sungguh, Saya tidak ragu bahwa pemuda Rohingya seperti itu sangatlah terkenal di kalangan penduduk langit. Sebab, Uwais Al Qarni adalah sejarah yang pasti akan terus berulang di setiap fase dan zaman.

Pengabdian pada Sang Ibunda tidak lah dilakukan oleh setiap orang, namun yang pasti, orang mulia pasti melakukannya, mengabdi pada Sang Ibunda.

Untuk mu para istri, pahamilah bahwa Syurga seorang anak itu ada di bawah "telapak" kaki Ibu. Bantulah suamimu untuk mengabdi ibunya, agar anda menjadi perempuan-perempuan yang juga mulia di hadapan penduduk langit.

Jika Anda menyulitkan suamimu mengabdi pada Ibunya, maka bagaimana kalau kelak Anak lelaki Anda akan dipersulit istrinya untuk mengabdi kepada Anda?

Untuk kita para suami, para anak muda, dan siapa saja yang ibunya masih hidup, marilah kita berjuang raih syurga dengan menjadi anak yang berbakti pada Sang Ibunda, semoga kita tidak menjadi anak durhaka yang jika masih menganggap urusan kantor lebih penting dari sang Ibunda.

Untuk mu para atasan, motivasilah bawahanmu agar ia mengabdi pada Ibunya. Tak ada urusan apapun yang lebih penting bagi kita selain mengabdi pada Sang Ibu.
Pemuda Rohingya telah mengajarkan kita, mereka tetap setia mengabdi pada Sang Ibunda dalam kondisi kenestapaan yang mendera mereka.

Mereka telah menempuh jalan agung Uwais Al Qarni.

Oh, tidakkah kita cemburu kepada Pemuda Rohingya itu, Saudaraku???

Teuku Zulkhairi
Seorang lelaki yang masih lalai dalam totalitas pengabdiannya pada Sang Ibunda.

Related

Romantika Kehidupan 4031754035900191662

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Terbaru

Pesan Buku Klik Gambar

AMP code

Gerakan Santri Aceh

Karya Tulis

Karya Tulis
Buku

Buku Syariat Islam Membangun Peradaban

Buku Syariat Islam Membangun Peradaban
Buku

Facebook 2

Populer Setiap Saat

Popular Minggu Ini

My Facebook

Comments

item